Di rumah itu, aku
berbahagia sebagai minoritas
Kaum marjinal yang
kalah kompetitif dengan kalangan borjuis kampus, namun bebas tanpa batas
Di rumah itu, aku
belajar kepemilikan dalam ideologi bersama
Benda-benda boleh
dipakai siapa saja, kecuali sikat gigi dan celana dalam
Di rumah itu, aku
belajar bahwa toleransi harus tertanam dalam hati
Tidak peduli dari
rahim mana engkau lahir, hindu-buddha-islam-kristiani
Di rumah itu, aku
pernah merasa betapa menyakitkannya sebuah keapatisan
Ketidakpedulian,
ke-egoisan, yang terbungkus rapi dalam sebuah keakraban